Sabtu, 03 Januari 2026

Tugas Mandiri 15






 Saya sebagai Calon Profesional Beretika & Berkelanjutan


🌿 Cabang 1: Nilai Etis yang Diyakini (Personal Values)

Gunakan warna hijau atau biru 🌍

  • Kejujuran & Integritas
    → Tidak memanipulasi data produksi, lingkungan, maupun laporan LCA

  • Tanggung Jawab Lingkungan
    → Menyadari dampak industri terhadap alam dan generasi mendatang

  • Keadilan Sosial & Lingkungan
    → Industri tidak merugikan masyarakat sekitar

  • Prinsip Kehati-hatian (Precautionary Principle)
    → Mencegah kerusakan sebelum terjadi

  • Profesionalisme
    → Bekerja sesuai standar, regulasi, dan etika profesi

👉 Ikon yang bisa dipakai: ✔️ 🌍 ⚖️ ♻️


🏭 Cabang 2: Area Industri yang Diminati (Target Industry)

Gunakan warna oranye atau kuning ⚙️

Industri Manufaktur & Produksi (misalnya: Manufaktur Produk Teknik / Komponen Industri)

Alasan memilih:

  • Proses produksi menghasilkan limbah material & energi

  • Sangat relevan dengan konsep ekologi industri

  • Memiliki peluang besar untuk efisiensi & inovasi ramah lingkungan

👉 Ikon: 🏭 🔩 ⚙️


🔧 Cabang 3: Langkah Nyata Integrasi Ekologi Industri (Action Plan)

Gunakan warna biru tua atau ungu 🔄

  • Life Cycle Assessment (LCA)
    → Menganalisis dampak produk dari bahan baku hingga akhir masa pakai

  • Design for Environment (DfE)
    → Mendesain produk yang:

    • Hemat material

    • Mudah didaur ulang

    • Umur pakai lebih lama

  • Simbiosis Industri
    → Limbah produksi dijadikan bahan baku bagi industri lain

  • Efisiensi Energi
    → Mengurangi konsumsi listrik & bahan bakar pada proses produksi

  • Perbaikan Berkelanjutan
    → Evaluasi proses industri secara berkala

👉 Ikon: ♻️ 🔋 📊 🔄


✍️ Refleksi Singkat 

Integritas etika merupakan fondasi utama bagi masa depan industri di Indonesia karena perkembangan industri yang pesat harus diimbangi dengan tanggung jawab moral terhadap lingkungan dan masyarakat. Tanpa etika, industri berisiko mengejar keuntungan jangka pendek dengan mengorbankan kualitas lingkungan, kesehatan manusia, serta keberlanjutan sumber daya alam. Integritas mendorong pelaku industri untuk jujur dalam pelaporan dampak lingkungan, patuh terhadap regulasi, dan berani mengambil keputusan yang berpihak pada keberlanjutan. Di tengah tantangan perubahan iklim dan krisis sumber daya, industri yang beretika akan lebih dipercaya oleh masyarakat dan memiliki daya saing jangka panjang. Oleh karena itu, etika bukanlah hambatan, melainkan kunci bagi terciptanya industri Indonesia yang maju, adil, dan berkelanjutan.

Tugas Mandiri 14

 Ekologi Industri Skala Mikro

1. Lokasi Pengamatan

Lingkungan Kampus, meliputi:

  • Kantin kampus

  • Gedung perkuliahan dan perkantoran

Pengamatan dilakukan dengan melihat aktivitas harian di kantin dan area gedung, terutama terkait sisa aktivitas makan, administrasi, dan penggunaan fasilitas gedung.


2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan hasil pengamatan, terdapat beberapa jenis limbah yang dihasilkan secara rutin dan belum dimanfaatkan secara optimal, khususnya:

  • Sisa makanan kantin yang menumpuk setiap hari dan berpotensi menimbulkan bau.

  • Limbah kertas dari aktivitas akademik dan administrasi yang sebagian besar langsung dibuang.

  • Air buangan AC yang terus mengalir namun belum dimanfaatkan kembali.

Limbah-limbah tersebut masih dianggap sebagai sampah, padahal sebenarnya memiliki potensi sebagai sumber daya jika dikelola dengan konsep simbiosis sederhana.


3. Inventarisasi dan Analisis Limbah

Jenis LimbahSumber (Penghasil)Perkiraan VolumeKondisi Saat Ini
Sisa makananKantin kampus±10–15 kg/hariDibuang ke tempat sampah
Limbah kertasGedung perkuliahan & perkantoran±5–8 kg/hariDibuang / ditumpuk
Air buangan ACGedung kuliah & kantor±20–30 liter/hari/unitDibiarkan mengalir

4. Ide Perancangan Simbiosis Sederhana

Diagram Simbiosis (Alur Limbah)

  1. Sisa Makanan Kantin
    Budidaya Maggot / Komposter Kampus
    ➜ Maggot menjadi pakan ikan / kompos untuk taman kampus

  2. Limbah Kertas
    Bank Sampah / UMKM Daur Ulang
    ➜ Produk kertas daur ulang atau bahan kerajinan

  3. Air Buangan AC
    Taman Kampus / Penyiraman Tanaman
    ➜ Mengurangi penggunaan air bersih


5. Manfaat Simbiosis

Manfaat Lingkungan

  • Mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA

  • Mencegah bau tidak sedap di area belakang kantin

  • Menghemat penggunaan air bersih

Manfaat Ekonomi

  • Mengurangi biaya pengangkutan sampah

  • Menghasilkan produk bernilai (kompos, maggot, kerajinan kertas)

  • Mendukung UMKM dan program kampus berkelanjutan

Tugas Mandiri 13

 

TUGAS MANDIRI 13

Audit Energi Mandiri pada Fasilitas Produksi Sederhana

Objek Observasi: Bengkel Las


1. Deskripsi Fasilitas

Bengkel las yang diamati merupakan bengkel las skala kecil yang melayani pembuatan dan perbaikan pagar, kanopi, serta rangka besi. Aktivitas produksi dilakukan setiap hari kerja menggunakan peralatan listrik dan peralatan berbahan bakar listrik. Bengkel beroperasi rata-rata 6 hari per minggu dengan durasi kerja 6–8 jam per hari.


2. Tabel Inventarisasi Peralatan (Energy Mapping)

NoNama AlatDaya (Watt)Durasi (Jam/Hari)Frekuensi (Hari/Minggu)Energi (kWh/Minggu)
1Mesin Las Listrik900 W3 jam5 hari13,5 kWh
2Gerinda Tangan600 W2 jam5 hari6 kWh
3Kompresor Angin1.500 W2 jam4 hari12 kWh
4Bor Listrik500 W1 jam4 hari2 kWh
5Lampu Kerja20 W8 jam6 hari0,96 kWh

3. Perhitungan Konsumsi Energi

Rumus yang digunakan (listrik):

kWh=Watt×Jam1000\text{kWh} = \frac{\text{Watt} \times \text{Jam}}{1000}

Contoh perhitungan (Mesin Las):

  • Daya = 900 W

  • Durasi = 3 jam/hari × 5 hari = 15 jam/minggu

(900×15)/1000=13,5 kWh/minggu(900 \times 15) / 1000 = 13,5 \text{ kWh/minggu}

Perhitungan yang sama diterapkan pada seluruh peralatan.

Total Konsumsi Energi Bengkel per Minggu:

13,5+6+12+2+0,96=34,46 kWh/minggu13,5 + 6 + 12 + 2 + 0,96 = \mathbf{34,46 \text{ kWh/minggu}}

4. Identifikasi Konsumsi Energi Tertinggi (Energy Hotspot)

Jika disajikan dalam diagram lingkaran (pie chart), konsumsi energi terbesar berasal dari:

  1. Mesin Las Listrik → 13,5 kWh (tertinggi)

  2. Kompresor Angin → 12 kWh

  3. Gerinda Tangan → 6 kWh

Alat dengan konsumsi energi tertinggi:

Mesin Las Listrik


5. Analisis Temuan

Mesin las menjadi alat dengan konsumsi energi tertinggi bukan semata karena dayanya besar, tetapi karena:

  • Digunakan cukup lama dan rutin

  • Menjadi alat utama dalam proses produksi

  • Sering tetap menyala saat jeda pekerjaan

Mesin las tidak menghasilkan emisi gas langsung, namun menghasilkan:

  • Panas tinggi

  • Percikan api

  • Beban listrik besar yang berpotensi meningkatkan konsumsi energi total bengkel

Hal ini menunjukkan perbedaan antara “daya tinggi” dan “konsumsi energi tinggi”, di mana durasi pemakaian sangat berpengaruh.


6. Usulan Perbaikan (Efisiensi Energi)

Usulan konkret:

  • Menggunakan mesin las inverter yang lebih hemat energi

  • Mematikan mesin las saat tidak digunakan (hindari mode standby lama)

  • Mengatur jadwal kerja agar proses pengelasan dilakukan lebih terencana

Usulan ini dapat menurunkan konsumsi energi tanpa mengurangi kualitas hasil las.

Tugas Terstruktur 15

 

Kelompok 4 

- Wisnu Aji Prasetyo (41624010010)

- Shelly Anastasya M (41624010011)

- Qhobid Casio (41624010012)

 

LAPORAN PENDUKUNG

Simulasi Negosiasi Ekosistem Industri

Kasus A: Pembangunan Jaringan Pipa Uap Panas (Waste Heat)

1. Pendahuluan

Pembangunan jaringan pipa uap panas dari pembangkit listrik menuju kawasan industri merupakan salah satu bentuk penerapan ekologi industri melalui pemanfaatan panas buang (waste heat recovery). Meskipun secara teknis mampu meningkatkan efisiensi energi dan menurunkan emisi karbon, proyek ini berpotensi menimbulkan konflik sosial karena jalur pipa direncanakan melewati kawasan pemukiman warga. Oleh karena itu, diperlukan proses negosiasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk mencapai solusi yang adil, aman, dan berkelanjutan.

2. Analisis Stakeholder

Analisis stakeholder dilakukan untuk memahami kepentingan utama masing-masing pihak yang terlibat dalam negosiasi.

2.1 Industri (Pembangkit Listrik Swasta)

Kepentingan utama industri adalah meningkatkan efisiensi operasional dengan memanfaatkan panas buang yang sebelumnya terlepas ke lingkungan. Selain itu, industri berorientasi pada profitabilitas, pengurangan biaya energi, serta kepatuhan terhadap regulasi lingkungan dengan biaya serendah mungkin.

2.2 Pemerintah Daerah

Pemerintah berperan sebagai regulator dan mediator. Kepentingan utamanya meliputi perlindungan keselamatan masyarakat, kepatuhan terhadap peraturan lingkungan, pencapaian target penurunan emisi nasional, serta menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di wilayah tersebut.

2.3 Komunitas Lokal

Komunitas lokal memiliki kepentingan utama pada keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan lingkungan tempat tinggal. Warga juga menuntut adanya manfaat ekonomi langsung serta jaminan bahwa proyek industri tidak akan menurunkan kualitas hidup atau nilai properti mereka.

2.4 Akademisi / NGO

Akademisi dan NGO bertindak sebagai pihak independen yang fokus pada aspek ilmiah, etika, dan keberlanjutan jangka panjang. Kepentingan utamanya adalah memastikan keputusan yang diambil berbasis data (misalnya LCA), menerapkan prinsip kehati-hatian, dan menjamin keadilan lingkungan.

3. Daftar Argumen dalam Proses Negosiasi

Berikut adalah poin-poin utama yang disampaikan oleh masing-masing pihak selama proses negosiasi:

3.1 Argumen Industri

  • Pemanfaatan waste heat dapat meningkatkan efisiensi energi dan mendukung konsep simbiosis industri.
  • Proyek berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan mendukung target keberlanjutan.
  • Teknologi pipa uap panas telah memenuhi standar keselamatan industri.

3.2 Argumen Pemerintah

  • Proyek harus mematuhi seluruh regulasi keselamatan dan lingkungan.
  • Dukungan terhadap proyek hanya diberikan jika terdapat jaminan keselamatan warga.
  • Pemerintah dapat memberikan insentif pajak hijau jika industri meningkatkan standar pengamanan dan transparansi.

3.3 Argumen Komunitas Lokal

  • Risiko kebocoran pipa dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan warga.
  • Warga menolak proyek jika tidak ada manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
  • Diperlukan keterlibatan warga dalam pengawasan dan pemantauan proyek.

3.4 Argumen Akademisi / NGO

  • Berdasarkan Life Cycle Assessment (LCA), proyek memiliki manfaat lingkungan yang signifikan.
  • Prinsip kehati-hatian harus diterapkan untuk meminimalkan risiko teknis dan sosial.
  • Proyek harus menjunjung keadilan lingkungan dan tidak membebankan risiko pada satu kelompok saja.

4. Landasan Etis dalam Pengambilan Keputusan

Kesepakatan akhir dalam simulasi ini didasarkan pada beberapa prinsip etika rekayasa, yaitu:

4.1 Prinsip Kehati-hatian (Precautionary Principle)

Prinsip ini digunakan untuk memastikan bahwa potensi risiko terhadap keselamatan warga dapat dicegah sejak awal, meskipun kemungkinan terjadinya rendah. Implementasinya berupa pengalihan jalur pipa, pemasangan sensor kebocoran, dan sistem penghentian otomatis.

4.2 Prinsip Keadilan Lingkungan

Kesepakatan menekankan bahwa masyarakat sekitar tidak boleh hanya menanggung risiko, tetapi juga harus memperoleh manfaat nyata, seperti kompensasi ekonomi, akses energi lebih murah, dan peluang kerja.

4.3 Prinsip Tanggung Jawab Antargenerasi

Keputusan yang diambil mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan generasi mendatang, terutama melalui pengurangan emisi dan pemanfaatan sumber daya secara efisien.

4.4 Prinsip Transparansi dan Partisipasi Publik

Pelibatan masyarakat dalam pemantauan dan audit keselamatan menjadi bagian penting dari kesepakatan untuk menjaga kepercayaan publik.

5. Kesimpulan

Simulasi negosiasi ini menunjukkan bahwa konflik kepentingan dalam proyek industri dapat diselesaikan melalui dialog yang berbasis data, etika, dan kolaborasi. Dengan mengintegrasikan prinsip ekologi industri dan etika rekayasa, proyek pemanfaatan waste heat tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi bagi industri, tetapi juga menjamin keselamatan, keadilan, dan keberlanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.

 

 

Tugas Mandiri 15

  Saya sebagai Calon Profesional Beretika & Berkelanjutan 🌿 Cabang 1: Nilai Etis yang Diyakini (Personal Values) Gunakan warna hijau...